Penggunaan kendaraan bermotor yang setiap hari semakin bertambah membuat keadaan di jalan raya semakin sesak. Soalnya, peningkatan jumlah kendaraan tidak dibarengi dengan peningkatan infrastruktur pendukung seperti pelebaran jalan raya. Malahan, daerah yang sebelumnya belum memiliki sejarah langganan macet, kini memiliki titik kemacetan yang tersebar hampir di seluruh daerah pada jam-jam tertentu. Disamping itu, bertambahnya jumlah kendaraan bermotor juga meningkatkan penggunaan BBM, pencemaran udara, yang akhirnya bisa berdampak pada penurunan kualitas kesehatan para pengendara motor.

So ??? Sebagai pengguna kendaraan bermotor, kontribusi apa yang bisa kita lakukan untuk merubah keadaan yang sudah terlanjur merusak kenyamanan berkendara kita ???

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan ECO DRIVING dalam kegiatan berkendara. Awalnya, istilah ECO DRIVING adalah istilah yang dipakai untuk gaya mengemudi yang dapat menekan konsumsi BBM, alias irit BBM, namun pada perkembangannya, ternyata ‘Eco-Driving’ lebih dari sekedar irit BBM, tetapi berhubungan juga dengan cara kita membangun komunikasi antar sesama pengguna jalan, dengan lingkungan yang kita lewati, dan tentunya, dengan permasalahan lingkungan dengan skala yang lebih besar. Seperti pemanasan global!

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjamin kendaraan kita tetap terawat, pengeluaran tetap bisa dihemat, dan kesehatan pengendara dapat terjaga.

FISIK:
•    Cuaca: beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa cuaca yang relatif hangat akan membutuhkan sedikit konsumsi BBM lebih daripada cuaca yang dingin.
•    Momentum: perhatikan jalan di depan, atur kecepatan kendaraan anda supaya tidak terlalu sering melakukan gas dan rem dalam waktu yang dekat.
•    Kecepatan: konsumsi BBM yang paling irit berada di antara 40 – 60 km/jam, usahakan agar kecepatan kendaraan selalu stabil, tidak turun naik secara mendadak.
•    Beban: hindari membawa barang-barang yang tidak anda butuhkan, untuk memperingan kerja mesin. Namun, maksimalkan ruang kendaraan anda untuk mengangkut beban yang banyak dalam satu rute, untuk efisiensi perjalanan anda.
•    Ketika menghidupkan mesin: jangan terlalu lama mendiamkan mesin kendaraan anda. Cara terbaik memanaskan kendaraan anda adalah sambil menjalankan dengan kecepatan rendah.
•    Jalan menurun: atur kecepatan kendaraan anda, jalan menurun adalah saat yang tepat untuk meminimalisir konsumsi BBM.
•    Ketika mesin menyala dan kendaraan tidak bergerak, konsumsi BBM anda akan dapat mencapai lebih dari 3 lt per jam. Dan jika terlalu lama, dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin.
PERAWATAN:
•    Periksalah tekanan ban anda. Bila dalam tekanan ideal, anda akan dapat mengirit 5 – 10% konsumsi BBM.
•   Ganti oli mesin kendaraan dengan teratur, dan konsultasikan jenis oli yang paling cocok untuk kendaraan anda kepada bengkel yang dapat anda percaya. Pertimbangkanlah untuk melakukan tune-up secara berkala untuk lebih memaksimalkan pembakaran di dapur pacu kendaraan anda.
•    Catatlah pengeluaran anda untuk belanja BBM berikut jarak tempuh perhari, untuk mempelajari cara yang lebih efektif dalam berkendara.
Penggunaan Bluetooth Handsfree bisa dibilang penting juga loh, biar lebih konsentrasi kalau berkendara. Kalau kacamata nya ??? terserah da ahhh….😛
MEMBUAT RENCANA:
•    Pelajari rute yang akan anda tempuh, ketahuilah waktu yang paling baik atau buruk ketika melewati suatu jalan.
•    Selalu perhatikan jarak antar kendaraan, selain mengurangi resiko kecelakaan, anda juga akan terhindar dari melakukan gas-rem yang tidak perlu.
•    Usahakan agar mengunjungi tempat yang jauh terlebih dahulu, lalu yang dekat dalam perjalanan pulang. Perjalanan dekat dalam kondsi mesin dingin lebih banyak ‘memakan’ BBM.

GAYA BERKENDARA:
•    Hindari akselerasi mendadak. Selalu menambah dan mengurangi kecepatan dengan halus dan wajar.
•    Usahakan agar kendaraan anda tidak berhenti total dalam perjalanan. Cermati keadaan di lampu setopan. Menambah kecepatan ketika mendekati lampu merah adalah hal yang menggelikan.
•    Patuhilah batas kecepatan yang dianjurkan dalam suatu area. Mengemudi yang baik bukan soal sampai ke tujuan, namun lebih ke mengetahui kapan dan dimana anda harus melambat, dan kapan, dimana anda harus cepat.
•    Hindari menyalakan AC saat anda bisa menikmati udara di sekitar. Menyalakan AC menyedot lebih banyak listrik dan beban bagi mesin kendaraan anda.
•    Aggressive driving (gaya mengemudi yang agresif), lebih banyak menghabiskan BBM daripada cara yang wajar. Semenjak anda tidak berada di arena balapan, menjadi seorang aggressive driving, bukan hanya buruk bagi kesehatan mental dan kondisi kendaraan anda, namun juga membuat orang lain tidak merasa nyaman.
•    Perhatikan keadaan psikologis anda ketika berkendara, suasana hati yang muram seharusnya tidak menjadi alasan untuk berkendara secara buruk dan ugal-ugalan. Justru sebaliknya, untuk terhindar dari suasana buruk di jalan, anda harus bisa menghadirkan susana yang nyaman dalam kendaraan anda.

Sumber : eco-indonesia.com

Jika kita semua bisa menerapkan ECO DRIVING dalam kegiatan berkendara, pastinya kenyamanan berkendara akan selalu kita dapatkan…. BETULL SODARA SODARAA ???

“beeettuuulllll😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s