Fatwa HARAM Merokok sudah dikumandangkan Muhammadiyah sejak  beberapa hari lalu. Dari Lubuk hati saya yg paling dalam, hati ini berkata Alhamdulillah…….. Soalnya, dari sejak sekolah dulu saya memang kurang tertarik dengan rokok. Dan hampir sebagian perokok sering menghisap rokokny di muka umum, dan asap yang mereka timbulkan menjadi imbasnya. Banyak penelitian yang menyebutkan, bahwa perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif.

“tapi bukan berarti jadi perokok aktif lebih baik dari perokok pasif dong”

Jadi, setelah tahu kalau menjadi perokok pasif sangat merugikan, saya semakin berusaha menjauhi “barang” yang satu itu.

Kalau menurut hemat saya, fatwa yang dikeluarkan sepertinya kurang tepat waktu. Karena, secara tidak langsung fatwa itu akan membawa dampak yang cukup besar bagi masyarakat Indonesia.

“semua hal memang pasti ad kontroversi ny… ad yang pro ad jga yang kontra… itu sih hal biasa “

Pertama kali saya mendengar fatwa haram merokok, hati ini berasa sangat mengharu-biru-mendayu-dayu di malam yang syahdu….

“halah halah halah………………….”

Dilihat dari sisi positifnya, dengan dikeluarkannya fatwa haram merokok oleh Muhammadiyah, maka banyak juga orang yang secara sadar mengurangi kebiasaan merokoknya. Tentu itu jadi satu hal yang bagus untuk kesehatan udara di Indonesia, karena secara otomatis pencemaran udara yang disebabkan oleh rokok bisa berkurang. Tapi di sisi lain, dengan berkurangnya konsumsi rokok… maka berkurang juga omset penjualan rokok yang akhirny bisa berdampak buruk untuk kelangsungan industri rokok yang ada di Indonesia, sama hal nya dengan petani-petani tembakau.

Sebenarnya, dampak-dampak buruk tersebut bisa  diminimalisasikan dengan sedikit kerja keras dari berbagai pihak. Kenapa Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram merokok??  Mungkin salah satu alasannya adalah banyak orang yang mengeluh dengan para perokok yang kurang bijak dalam merokok. Faktanya, hampir di setiap sudut kota, pasti selalu ditemukan orang-orang yang sedang merokok. Dampak buruknya?? Yang pasti mengganggu lingkungan di sekitarnya. Tapi, saya juga tidak bisa men-judge bahwa semua itu murni 100% kesalahan si perokok, soalnya bila diteliti secara jelas… pemerintah juga kurang menyediakan fasilitas smoking area untuk para perokok, yang ada hanya himbauan-himbauan dilarang merokok disini

“lagian…orang sini sih.. susahhh kalau cuma dihimbau doang”

Solusi yg bisa saya tawarkan adalah ???? Berhubung fatwa haram merokok sudah dikeluarkan, mungkin ada baiknya kalau image rokok sedikit dirubah. Yang awalnya rokok adalah barang yang relatif terjangkau , sekarang rokok bisa dirubah jadi barang mewah . Selain dampakny bisa mengganti sedikit kerugian akibat fatwa yang dikeluarkan, solusi ini juga bisa menjadi formula yang cocok untuk mengurangi jumlah perokok di bawah umur.

Tapi, semuanya ini saya kembalikan ke pemerintah. Semoga pemerintah bisa melakukan hal yang terbaik untuk mengatasi masalah ini.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s